Rabu, 04 Maret 2009

Skandal SMA N 1 Teladan

Berikut ini adalah kisah nyata yang bener-bener nyata. Dua hari lalu (2 Maret 09), beberapa temen saya mendatangi kantor BK untuk komplain soal peraturan di sekolah ini yang menurut mereka sangat kolot. Dua orang diantara mereka bahkan sudah mengancam akan pindah sekolah. Alasan mereka yang paling utama adalah soal HIJAB! Aneh menurutku, apa salahnya dengan hijab? Toh, sebenernya hijab cuma digunain di forum gede aja, sementara di kelas, bebas-bebas aja..
Buat yang belum pernah denger soal hijab, gag usah bingung. Jadi di Teladan, punya budaya yang membatasi antara ikhwan dan akhwat. Biasanya kalo ada acara-acara gede, antara cewe dan cowo dipisah dengan menggunakan pembatas (baca:hijab). Bentuk hijabnya macem-macem. Ada yang pake pot-pot bunga, ada yang pake meja, atau kalo acaranya bareng alumni biasa pake kain panjang, jadi bener-bener gag bisa lirik-lirikkan antara cewe ama cowo. Menurut pendapat seorang alumni, hijab terkeren adalah saat acara Carrieta (pensi SMA Teladan) tanggal 14 februari kemaren. Jadi model hijabnya adalah sungai-sungaian lengkap ama airnya. Lalu di tengahnya ada lilin-lilin. Bisa dibilang ini hijab secara tidak tampak.
Kembali ke masalah BK tadi...temen-temen saya lalu diminta untuk bicara langsung ke Pak Bambang,, sang kepala sekolah. Dengan langkah tanpa ragu, mereka mendatangi ruang kepsek. Luar biasa, beliau amat menghargai pendapat siswa-siswinya. Dan dengan tangan terbuka menampung komplen serta saran dari mereka. Sementara temen-temen saya terus menjelek-jelekkan budaya sekolah ini, mulai dari model jilbab yang harus menyentuh sabuk, kaus kaki putih, sampai seragam hari sabtu yang HARUS POLOS. Namun yang saya sayangkan, mereka justru seperti memojokkan MPK (majelis perwakilan kelas).
Dan beginilah jawaban dari Pak Bambang. Sebenernya peraturan-peraturan semacam itu bukan peraturan dari walikota, dan bukan juga dari MPK secara langsung. Pihak sekolah selama ini juga sudah mencari tahu jaringan yang membuat aturan semacam itu secara turun-temurun. Dan sejauh ini, diketahui peraturan-peraturan ekstrem tersebut amat kuat datangnya dari pihak POH (rohis) dan alumni.
Menurut cerita beberapa teman dan kakak kelas, saya jadi tahu kalo alumni sini ternyata amat banyak campur tangannya. Banyak diantara mereka yang bahkan kelewat ekstrem. Jadi kesannya seperti 'mengganggu'. Saya tidak begitu tahu, para alumni sini terutama yang ikhwan memang sangat senang ikut campur urusan adik kelasnya, terutama anak-anak baru. Mereka selalu berusaha memengaruhi anak-anak baru supaya mengikuti jejak mereka sebagai ekstrimis. Ya, kelihatannya memang sedikit begitu. Tapi, kalo dilihat lebih dekat, ternyata para alumni amat menyenangkan dan tidak se-ekstrem kelihatannya. Saya sendiri juga jadi bingung. Tapi yang jelas, untuk teman-teman calon anak baru, hati-hati saja dalam berhubungan dengan para alumni. Atau lebih baik, untuk jaga-jaga yang akhwat bergaul dengan alumni yang akhwat, dan yang ikhwan bergaul dengan alumni yang ikhwan juga. Itu akan lebih aman...
Selain itu, jangan menganggap terlalu beban masalah-masalah ekstrem di Teladan, seperti hijab. Itu sebenernya gag terlalu ngaruh kok. Lagian anggep aja itu ciri khas kita, ..jarang kan ada sekola negeri pake gituan.. harusnya seneng bisa jadi diri sendiri. Dan buat temen-temen yang pengen pindah sekolah, mungkin banyak hal yang tidak kalian temukan di sekolah lain selain di sini. Jadi pikirkan lagi, masih banyak waktu!

4 komentar:

  1. oalah ...
    yg kamu sebut2 "skandal" tuh ini?
    tak kira apa ...
    :capedeh:

    BalasHapus
  2. aku yo pengen pindah wae!!
    nyebai sekolahe!!

    BalasHapus
  3. nek wis pindah ojo lali karo konco2 neng tladan. .

    BalasHapus
  4. aku wis pindah ki.
    kowe tak lalekke wae yo?
    entuk ra?
    wkwkwkwkwk

    BalasHapus