Rabu, 25 Maret 2009

Angkatan 2011 bersedih. .

Haduh haduh. Kami sedih sekali ketika banyak kakak kelas dan alumni yang mencap kami angkatan adalah angkatan manja. Saya membaca di beberapa blog, forum diskusi dan website yang mengomentari Teladan angkatan 2011 yang mengalami degradasi moral. Pasalnya hanya karena ada insiden ketika GVT 2008 kemarin. GVT 2008 kami kemarin memang bisa dibilang tidak ada apa-apanya dibandingin GVT tahun-tahun sebelumnya. Kami tidak mengalami sesi lapor pos, dan sesi pansusnya pun ramah. Jauh berbeda dengan leluhur kami dulu.

Tapi janganlah sampai tega berkata kami ini angkatan manja. Sungguh kami sakit hati. Padahal buat masuk SMA 1 saja sudah susah payah. Orang tua kami sampai pontang panting ngurusnya. Banyak sekali cobaan yang datang silih berganti menghampiri angkatan kami.

Pertama, tahun kami dijadikan tahun percobaan Unas dengan 4 matapelajaran (ketambahan IPA). Itu benar-benar pukulan berat buat kami, mengingat IPA=matematika+fisika+biologi+kimia.

Setelah itu cobaan berikutnya, mulai tahun ini, masuk SMA kota harus pakai C1 (kartu keluarga). Jadi masuk ke SMA dalam kota ada kuotanya. Dalam kota 70%, luar kota 25%, dan luar kota 5%. Padahal banyak anak yang SMPnya di dalam kota, tapi rumahnya di luar kota Jogja. Jadilah orang tua kami yang pusing ngurus kepindahan KK dari luar ke dalam kota.

Belum selesai cobaan kami, mulai tahun ini juga seragam kami TIDAK BERIDENTITAS. Jadi tidak ada badge Teladan, tidak ada badge SMAN 1 Yogyakarta. Yang ada hanya sebuah badge bertuliskan Pelajar Kota Jogja, yang terasa amat menyakitkan sekaligus membanggakan, bahwa kami semua adalah Pelajar Kota Jogja, tidak ada perbedaan.

Cobaan berikutnya, mulai tahun ini, seragam Hari Jum'at menggunakan batik, sementara Hari Sabtu menggunakan seragam bebas sopan. Kami tak bisa membayangkan betapa konyolnya kami di hari pertama kami memakai batik. Hampir tak bisa dibedakan lagi mana guru mana murid, apalagi HARI SABTU! Serasa para salesman hilir-mudik di SMA kita tercinta. Belum lagi kami harus menelan celaan dari kakak-kakak kelas. Saya ingat waktu itu pernah ada yang mengejek kami seperti ini, "Eh, ada alumni! Ada alumni! Jadi malu, nih!" ya, itu memang lucu. .

Kalau diingat, hari-hari yang berat itu ternyata lebih berat daripada GVT. Ya, kami telah merasakan GVT sesungguhnya (halah). Tapi, untunglah kami cepat bangkit, dan kami siap menyongsong hari esok yang lebih baik...yeaaaaah.....!

2 komentar:

  1. bukan krna sekolah ini kita disanjung .
    tpi karena diri kita sendiri .

    bukan krna kita sekolah ini disanjung .
    klo bukan kita yang memulai .. .

    BalasHapus
  2. wah .dalem bnget basamu luh .
    maknanya juga .

    Tpi apa kita uda memulainya. .?

    BalasHapus